Refleksi
Diri
NAMA :
IQBAL HARJALIAN
NIM :
P2A918009
MATA KULIAH :
EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN
BLOG 1 : EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN DALAM RANAH AFEKTIF
|
Question number
|
Question
|
4 Febuari 2019
|
|
1
|
Apa yang telah saya pahami ?
|
1.
Telah Memahami teknik
atau sara mengevaluasi proses pembelajaran matematika dari ranah afektif baik
dari guru maupun siswa
2.
Memahami Lima komponen
penting atau tingkatan dalam takonomi
bloom untuk penilain ranah afektif
a.
Receiving/Attending/Penerimaan
b.
Responding/Menanggapi
c.
Valuing/Penilaian
d.
Organization/Organisasi/Mengelola
e.
Characterization/Karakteristik
3.
Memahami penggunaan KKO
(kata kerja operasional) )untuk melihat indikator penilaian ranah apektif
pada siswa
|
|
2
|
Apa yang belum saya pahami ?
|
Bagaimana
upaya seorang guru agar dapat membangun penilaian afektif berupa model
pembelajaran yang tepat
kemudian
adakah batasan maksimal dan minimal agar penilaian afektif bisa dikatakankita
berhasil atau belum berhasil
|
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang
saya lakukan agar saya paham ?
|
Mencoba memahami kembali
materi tentang evaluasi Pembelajaran Matematika (raanah afektif) dan lebih
lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan
buku, bertanya dan minta penjelasan kepada teman kembali.
|
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari
teman ?
|
solusi yang disarankan oleh
teman mengenai hal yang belum saya pahami yaitu metode/strategi yang
bervariasi yang dapat membuat siswa berminat untuk belajar dan media yang
menarik sehingga fokus siswa tertuju pada materi yang di ajarkan.
Dan guru juga harus mampu
membuat percaya diri siswa utk berpendapat/berargumen sehingga ada tanggapan
dari siswa untuk materi saat itu.
|
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada
teman ?
|
Diskusi membahas evaluasi
pembelajaran dalam pembelajaran matematika (ranah afektif) membuat kami
saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.
|
BLOG 2 : PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Question number
|
Question
|
19 Febuari 2019
|
1
|
Apa yang telah saya pahami ?
|
Hakikat
Pembelajaran Afektif
Keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif dan psikomotor
dipengaruhi oleh kondisi afektif peserta didik. Peserta didik yang memiliki
minat belajar dan sikap positif terhadap pelajaran akan merasa senang mempelajari
mata pelajaran tertentu, sehingga dapat mencapai hasil pembelajaran
yang optimal.
Tingkatan Ranah Afektif
Telah Memahami
Lima komponen penting atau tingkatan dalam
takonomi bloom untuk penilain ranah afektif
a. Receiving/Attending/Penerimaan
b. Responding/Menanggapi
c. Valuing/Penilaian
d. Organization/Organisasi/Mengelola
e. Characterization/Karakteristik
Karakteristik Ranah
Afektif
1.
Sikap
Adalah Sikap yang cendrungan untuk bertindak secara suka atau
tidak suka terhadap suatu objek, situasi, konsep, atau orang
2. Minat
minat atau keinginan adalah kecenderungan hati yang tinggi
terhadap sesuatu mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus,
aktivitas, pemahaman, dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian
3.
Konsep
Diri
konsep diri adalah evaluasi yang dilakukan individu terhadap
kemampuan dan kelemahan yang dimiliki
4.
Nilai
Nillai merupakan suatu keyakinan tentang perbuatan, tindakan,
atau perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap buruk
5.
Moral
Moral berkaitan dengan perasaan salah atau benar terhadap
kebahagiaan orang lain atau perasaan terhadap tindakan yang dilakukan diri
sendiri. Misalnya menipu orang lain, membohongi orang lain, atau melukai
orang lain baik fisik maupun psikis
|
2
|
Apa yang belum saya pahami ?
|
Bagaimana cara pengembangan perangkat Penilaian ranah
afektif yang baik
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang saya lakukan agar saya paham ?
|
Mencoba memahami kembali materi tentang evaluasi Pembelajaran
Matematika (raanah afektif) dan lebih lengkap lagi mencari materi
pembahasannya dengan literasi di internet dan buku, bertanya dan minta
penjelasan kepada teman kembali.
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari teman ?
|
solusi yang disarankan oleh teman mengenai hal yang belum saya
pahami yaitu Instrumen penilaian afektif meliputi lembar
pengamatan sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral. Ada 11 (sebelas)
langkah dalam mengembangkan instrumen penilaian afektif, yaitu:
1. menentukan spesifikasi instrumen
2. menulis instrumen
3. menentukan skala instrumen
4. menentukan pedoman penskoran
5. menelaah instrumen
6. merakit instrumen
7. melakukan ujicoba
8. menganalisis hasil ujicoba
9. memperbaiki instrumen
10. melaksanakan pengukuran
11. menafsirkan hasil pengukuran
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada teman ?
|
Diskusi membahas Penilaian afektif dalam pembelajaran matematika
membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.
|
BLOG 3 : FRAMEWORK FOR CLASSROOM ASSESMENT IN
MATHEMATICS
Question number
|
Question
|
2 Febuari 2019
|
1
|
Apa yang telah saya pahami ?
|
Kerangka Kerja dalam penilaian
kelas matematika mencakup, yaitu:
1. Standar
dan prinsip penilaian
2. Kecakapan
dan kompetnsi matematika
3. Level
kompetensi matematika
4. Metode
penilaian kelas
Beberapa Aspek yang berperan
penting dalam setiap bentuk penilaian, diantaranya:
1.
Konteks;
2.
Jarak ke siswa (konteks yang
berhubungan dengan kehidupan, sosial, masyarakat, ddl);
3.
Relevansi dan sesuai dengan
peran konteks;
4.
Dapat membedakan yang nyata,
buatan dan konteks virtual;
5.
Ceramah;
6.
Observasi;
7.
Pekerjaan rumah;
8.
Penilaian diri;
9.
Penilaian sejawat;
10.
Productions sendiri;
11.
Pilihan ganda;
12.
(Closed) Pertanyaan Terbuka;
13.
(Open) Pertanyaan Terbuka;
14.
Esai;
15.
Tugas lisan dan Wawancara
16.
Jurnal.
Kriteria penilaian
harus bersifat publik dan diterapkan secara konsisten
|
2
|
Apa yang belum saya pahami ?
|
1. Mengapa
penilaian kelas harus dilakukan secara terbuka?
2. Bagaimana
metode untuk penilaian kelas, karena dari artikel yang saya dapatkan saya
belum menemukan metode untuk penilaian kelas?
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang saya lakukan agar saya paham ?
|
Mencoba untuk mendiskusikannya bersama teman kelas yang lebih
paham mengenai apa yang belum saya pahami dan mencari sumber-sumber dari
artikel lain yang dapat membantu saya untuk lebih memahaminya.
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari teman ?
|
Setelah melakukan diskusi
tentang apa yang tidak saya pahami, maka saya dapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
1. Penilaian
kelas itu dilakukan secara terbuka karena siswa perlu tahu tujuan dari tes
yang diberikan itu untuk apa dan apa yang diharapkan oleh guru, bagaimana
pelaksanaan penilaian tersebut, dan bagaimana pengolahan nilai tersebut
sampai hasil akhirnya tertera dan dapat diterima. Sehingga terjadi
keterbukaan penilaian antara siswa dan guru.
2. Metode
atau cara penilaian yang dapat digunakan guru untuk mendapatkan informasi
keadaan belajar dan prestasi peserta didik di kelas antara lain:
a. Teknik tes (tes tertulis, tes objektif/pilihan ganda).
b. Teknik non-tes (observasi/pengamatan langsung kepada siswa,
wawancara, angket).
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada teman ?
|
Diskusi membahas Penilaian afektif dalam pembelajaran matematika
membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.
|
\\\\
BLOG 4 : ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR DOMAIN AS A RELEVANT FACTOR IN THE UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS
Question number
|
Question
|
25 Febuari 2019
|
1
|
Apa yang telah saya pahami ?
|
•
Hasil belajar keterampilan
(psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian
tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung,
(2) sesudah mengikuti pembelajran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada
peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa
waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.
•
Ranah Psikomotor meliputi
kompetensi melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan serta
kompetensi yang berkaitan dengan gerak fisik (motorik) yang terdiri dari
gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, ketepatan,
keterampilan kompleks, serta ekspresif dan interperatif.
•
Kemampuan psikomotor yang
dipelajari siswa dalam belajar matematika tidak dapat terlepas dari kemampuan
kognitif dan afektifnya. Maka soal-soal yang digunakan untuk menilai ketiga
kemampuan tersebut dapat diintegrasikan.
•
Penilaian psikomotor berguna
untuk mengukur keterampilan siswa dalam melakukan kinerja tertentu.
•
Penilaian psikomotor dapat
berupa penilaian tertulis, penilaian identifikasi, penilaian simulasi, dan
penilaian contoh kerja. Dalam kegiatan penilaian psikomotor, pengamatan
berperan pada saat penilaian yang tidak tertulis.
|
2
|
Apa yang belum saya pahami ?
|
1. Saat ini
guru lebih banyak memperhatikan aspek kognitif siswa, sedangkan aspek afektif
dan psikomotor sering terabaikan dan jarang diperhatikan, sehingga setelah
mereka lulus dari sekolah, masyarakat sering mengeluh terhadap produk
pendidikan yang kurang terampil. Melihat dari permasalahan tersebut, Kenapa
bisa demikian? Lalu solusi apa yang bisa diberikan agar masalah tersebut bisa
di atasi ?
2. Bagaimanakah
cara menyusun instrumen yang layak digunakan untuk menilai psikomotor atau
keterampilan siswa?
|
3
|
Usaha-usaha apa saja yang saya lakukan agar saya paham ?
|
Mencoba untuk mendiskusikannya bersama teman kelas yang lebih
paham mengenai apa yang belum saya pahami dan mencoba menanyakannya kepada
orang yang telah berpengalaman dalam proses pembelajaran di sekolah, yang
terakhir saya mencoba mencari sumber-sumber terkait dari artikel lain yang
dapat membantu saya untuk lebih memahaminya.
|
4
|
Apa yang saya dapatkan dari teman ?
|
Setelah melakukan diskusi
tentang apa yang tidak saya pahami, maka saya dapatkan kesimpulan sebagai
berikut:
Hal
demikian dapat terjadi dikarenakan saat ini masyarakat termasuk orangtua
untuk memandang seseorang itu pintar dilihat dari nilai yang didapatkan oleh
anak tersebut, misalkan anak tersebut dikatakan pintar matematika jika dia
mendapat nilai matematika yang tinggi hal ini berarti kepintaran seseorang
itu hanya dilihat dari segi kognitifnya saja, sedangkan untuk keterampilannya
dalam bidang matematika diabaikan. Seharusnya guru maupun orangtua jangan
hanya mengasah integensi anak saja, jangan hanya mengejar nilai anak yang
bagus, menjadikan anak tersebut pintar. Jika hanya berfokus pada ranah kognitif,
maka hanya akan menghasilkan generasi yang pintar tapi tidak berbudi pekerti
dan miskin keterampilan. Karena kesuksekan anak dimasa depan itu tidak atau
sedikit sekali bergantung pada intelegensi, tetapi yang dibutuhkan itu adalah
karakter dan skill (keterampilan) dari anak tersebut.
|
5
|
Apa yang saya berikan kepada teman ?
|
Diskusi membahas Penilaian afektif dalam pembelajaran matematika
membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.
|
