Rabu, 20 Maret 2019

Refleksi Diri

NAMA                   : IQBAL HARJALIAN
NIM                       : P2A918009
MATA KULIAH    : EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN

BLOG 1 : EVALUASI PROSES DAN HASIL PEMBELAJARAN DALAM RANAH AFEKTIF

Question number
Question
4 Febuari 2019
1
Apa yang telah saya pahami ?
1.      Telah Memahami teknik atau sara mengevaluasi proses pembelajaran matematika dari ranah afektif baik dari guru maupun siswa
2.      Memahami Lima komponen penting atau tingkatan dalam  takonomi bloom untuk penilain ranah afektif
a.      Receiving/Attending/Penerimaan
b.      Responding/Menanggapi
c.      Valuing/Penilaian
d.      Organization/Organisasi/Mengelola
e.      Characterization/Karakteristik
3.      Memahami penggunaan KKO (kata kerja operasional) )untuk melihat indikator penilaian ranah apektif pada siswa


2
Apa yang belum saya pahami ?
Bagaimana upaya seorang guru agar dapat membangun penilaian afektif berupa model pembelajaran yang tepat
kemudian adakah batasan maksimal dan minimal agar penilaian afektif bisa dikatakankita berhasil atau belum berhasil
3
Usaha-usaha apa saja yang saya lakukan agar saya paham ?
Mencoba memahami kembali materi tentang evaluasi Pembelajaran Matematika (raanah afektif) dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku, bertanya dan minta penjelasan kepada teman kembali.
4
Apa yang saya dapatkan dari teman ?
solusi yang disarankan oleh teman mengenai hal yang belum saya pahami yaitu metode/strategi yang bervariasi yang dapat membuat siswa berminat untuk belajar dan media yang menarik sehingga fokus siswa tertuju pada materi yang di ajarkan.
Dan guru juga harus mampu membuat percaya diri siswa utk berpendapat/berargumen sehingga ada tanggapan dari siswa untuk materi saat itu.
5
Apa yang saya berikan kepada teman ?
Diskusi membahas evaluasi pembelajaran dalam pembelajaran matematika (ranah afektif) membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.


BLOG 2 : PENILAIAN AFEKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

Question number
Question
19 Febuari 2019
1
Apa yang telah saya pahami ?
Hakikat Pembelajaran Afektif
Keberhasilan pembelajaran pada ranah kognitif dan psikomotor dipengaruhi oleh kondisi afektif peserta didik. Peserta didik yang memiliki minat belajar dan sikap positif terhadap pelajaran akan merasa senang mempelajari mata pelajaran tertentu, sehingga  dapat mencapai hasil pembelajaran yang optimal. 
Tingkatan Ranah Afektif
Telah Memahami Lima komponen penting atau tingkatan dalam  takonomi bloom untuk penilain ranah afektif
a.      Receiving/Attending/Penerimaan
b.      Responding/Menanggapi
c.      Valuing/Penilaian
d.      Organization/Organisasi/Mengelola
e.      Characterization/Karakteristik
Karakteristik Ranah Afektif
1.      Sikap
Adalah Sikap yang cendrungan untuk bertindak secara suka atau tidak suka terhadap suatu objek, situasi, konsep, atau orang
2.      Minat
minat atau keinginan adalah kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus, aktivitas, pemahaman, dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian
3.      Konsep Diri
konsep diri adalah evaluasi yang dilakukan individu terhadap kemampuan dan kelemahan yang dimiliki
4.      Nilai
Nillai merupakan suatu keyakinan tentang perbuatan, tindakan, atau perilaku yang dianggap baik dan yang dianggap buruk
5.      Moral
Moral berkaitan dengan perasaan salah atau benar terhadap kebahagiaan orang lain atau perasaan terhadap tindakan yang dilakukan diri sendiri. Misalnya menipu orang lain, membohongi orang lain, atau melukai orang lain baik fisik maupun psikis
2
Apa yang belum saya pahami ?
Bagaimana cara pengembangan perangkat Penilaian ranah afektif yang baik
3
Usaha-usaha apa saja yang saya lakukan agar saya paham ?
Mencoba memahami kembali materi tentang evaluasi Pembelajaran Matematika (raanah afektif) dan lebih lengkap lagi mencari materi pembahasannya dengan literasi di internet dan buku, bertanya dan minta penjelasan kepada teman kembali.
4
Apa yang saya dapatkan dari teman ?
solusi yang disarankan oleh teman mengenai hal yang belum saya pahami yaitu Instrumen penilaian afektif meliputi lembar pengamatan sikap, minat, konsep diri, nilai, dan moral. Ada 11 (sebelas) langkah dalam mengembangkan instrumen penilaian afektif, yaitu:
1.      menentukan spesifikasi instrumen
2.      menulis instrumen
3.      menentukan skala instrumen
4.      menentukan pedoman penskoran
5.      menelaah  instrumen
6.      merakit instrumen
7.      melakukan ujicoba
8.      menganalisis hasil ujicoba
9.      memperbaiki instrumen
10.   melaksanakan pengukuran
11.   menafsirkan hasil pengukuran

5
Apa yang saya berikan kepada teman ?
Diskusi membahas Penilaian afektif dalam pembelajaran matematika membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.



















































































BLOG 3 : FRAMEWORK FOR CLASSROOM ASSESMENT IN MATHEMATICS

Question number
Question
2 Febuari 2019
1
Apa yang telah saya pahami ?
Kerangka Kerja dalam penilaian kelas matematika mencakup, yaitu:
1.      Standar dan prinsip penilaian
2.      Kecakapan dan kompetnsi matematika
3.      Level kompetensi matematika
4.      Metode penilaian kelas
Beberapa Aspek yang berperan penting dalam setiap bentuk penilaian, diantaranya:
1.                Konteks;
2.                Jarak ke siswa (konteks yang berhubungan dengan kehidupan, sosial, masyarakat, ddl);
3.                Relevansi dan sesuai dengan peran konteks;
4.                Dapat membedakan yang nyata, buatan dan konteks virtual;
5.                Ceramah;
6.                Observasi;
7.                Pekerjaan rumah;
8.                Penilaian diri;
9.                Penilaian sejawat;
10.             Productions sendiri;
11.             Pilihan ganda;
12.             (Closed) Pertanyaan Terbuka;
13.             (Open) Pertanyaan Terbuka;
14.             Esai;
15.             Tugas lisan dan Wawancara
16.             Jurnal.
Kriteria penilaian harus bersifat publik dan diterapkan secara konsisten
2
Apa yang belum saya pahami ?
1.  Mengapa penilaian kelas harus dilakukan  secara terbuka?
2.  Bagaimana metode untuk penilaian kelas, karena dari artikel yang saya dapatkan saya belum menemukan metode untuk penilaian kelas?
3
Usaha-usaha apa saja yang saya lakukan agar saya paham ?
Mencoba untuk mendiskusikannya bersama teman kelas yang lebih paham mengenai apa yang belum saya pahami dan mencari sumber-sumber dari artikel lain yang dapat membantu saya untuk lebih memahaminya.
4
Apa yang saya dapatkan dari teman ?
Setelah melakukan diskusi tentang apa yang tidak saya pahami, maka saya dapatkan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Penilaian kelas itu dilakukan secara terbuka karena siswa perlu tahu tujuan dari tes yang diberikan itu untuk apa dan apa yang diharapkan oleh guru, bagaimana pelaksanaan penilaian tersebut, dan bagaimana pengolahan nilai tersebut sampai hasil akhirnya tertera dan dapat diterima. Sehingga terjadi keterbukaan penilaian antara siswa dan guru.
2.      Metode atau cara penilaian yang dapat digunakan guru untuk mendapatkan informasi keadaan belajar dan prestasi peserta didik di kelas antara lain:
a. Teknik tes (tes tertulis, tes objektif/pilihan ganda).
b.    Teknik non-tes (observasi/pengamatan langsung kepada siswa, wawancara, angket).
5
Apa yang saya berikan kepada teman ?
Diskusi membahas Penilaian afektif dalam pembelajaran matematika membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.














\\\\

BLOG 4 : ANALYSIS OF PSYCHOMOTOR DOMAIN AS A RELEVANT FACTOR IN THE UNDERSTANDING OF MATHEMATICAL CONCEPTS

Question number
Question
25 Febuari 2019
1
Apa yang telah saya pahami ?
     Hasil belajar keterampilan (psikomotor) dapat diukur melalui: (1) pengamatan langsung dan penilaian tingkah laku peserta didik selama proses pembelajaran praktik berlangsung, (2) sesudah mengikuti pembelajran, yaitu dengan jalan memberikan tes kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuan, keterampilan, dan sikap, (3) beberapa waktu sesudah pembelajaran selesai dan kelak dalam lingkungan kerjanya.
     Ranah Psikomotor meliputi kompetensi melakukan pekerjaan dengan melibatkan anggota badan serta kompetensi yang berkaitan dengan gerak fisik (motorik) yang terdiri dari gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, ketepatan, keterampilan kompleks, serta ekspresif dan interperatif.
     Kemampuan psikomotor yang dipelajari siswa dalam belajar matematika tidak dapat terlepas dari kemampuan kognitif dan afektifnya. Maka soal-soal yang digunakan untuk menilai ketiga kemampuan tersebut dapat diintegrasikan.
     Penilaian psikomotor berguna untuk mengukur keterampilan siswa dalam melakukan kinerja tertentu.
     Penilaian psikomotor dapat berupa penilaian tertulis, penilaian identifikasi, penilaian simulasi, dan penilaian contoh kerja. Dalam kegiatan penilaian psikomotor, pengamatan berperan pada saat penilaian yang tidak tertulis.
2
Apa yang belum saya pahami ?
1.    Saat ini guru lebih banyak memperhatikan aspek kognitif siswa, sedangkan aspek afektif dan psikomotor sering terabaikan dan jarang diperhatikan, sehingga setelah mereka lulus dari sekolah, masyarakat sering mengeluh terhadap produk pendidikan yang kurang terampil. Melihat dari permasalahan tersebut, Kenapa bisa demikian? Lalu solusi apa yang bisa diberikan agar masalah tersebut bisa di atasi ?
2.    Bagaimanakah cara menyusun instrumen yang layak digunakan untuk menilai psikomotor atau keterampilan siswa?
3
Usaha-usaha apa saja yang saya lakukan agar saya paham ?
Mencoba untuk mendiskusikannya bersama teman kelas yang lebih paham mengenai apa yang belum saya pahami dan mencoba menanyakannya kepada orang yang telah berpengalaman dalam proses pembelajaran di sekolah, yang terakhir saya mencoba mencari sumber-sumber terkait dari artikel lain yang dapat membantu saya untuk lebih memahaminya.
4
Apa yang saya dapatkan dari teman ?
Setelah melakukan diskusi tentang apa yang tidak saya pahami, maka saya dapatkan kesimpulan sebagai berikut:

Hal demikian dapat terjadi dikarenakan saat ini masyarakat termasuk orangtua untuk memandang seseorang itu pintar dilihat dari nilai yang didapatkan oleh anak tersebut, misalkan anak tersebut dikatakan pintar matematika jika dia mendapat nilai matematika yang tinggi hal ini berarti kepintaran seseorang itu hanya dilihat dari segi kognitifnya saja, sedangkan untuk keterampilannya dalam bidang matematika diabaikan. Seharusnya guru maupun orangtua jangan hanya mengasah integensi anak saja, jangan hanya mengejar nilai anak yang bagus, menjadikan anak tersebut pintar. Jika hanya berfokus pada ranah kognitif, maka hanya akan menghasilkan generasi yang pintar tapi tidak berbudi pekerti dan miskin keterampilan. Karena kesuksekan anak dimasa depan itu tidak atau sedikit sekali bergantung pada intelegensi, tetapi yang dibutuhkan itu adalah karakter dan skill (keterampilan) dari anak tersebut.
5
Apa yang saya berikan kepada teman ?
Diskusi membahas Penilaian afektif dalam pembelajaran matematika membuat kami saling mengerti dampak yang akan dihasilkan dari setiap poinnya.